Tampilkan postingan dengan label PAPUA HOT LINE : PENDIDIKAN DI PAPUA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PAPUA HOT LINE : PENDIDIKAN DI PAPUA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 April 2008

BIAYA SPP

2009, BIAYA SPP SD DAN SMP AKAN GRATIS

Kabar gembira bagi dunia pendidikan di Papua. Mulai tahun anggaran 2009 mendatang, Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) akan membebaskan biaya atau memberikan gratis SPP anak-anak Sekolah Dasar (SD) dan siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di tanah Papua.

“Dengan adanya bebas SPP bagi anak-anak SD dan SMP kiranya dapat membantu masyarakat Papua dalam meningkatkan bidang pendidikan”, jelas Kadis P dan P Provinsi Papua, Drs. James Modouw, M.MT.

(Papua Pos, 30 April 2008)

OPINI :

Kebijakan Pemda Provinsi Papua merupakan salah satu aspirasi masyarakat Papua yang telah lama ditunggu, sebagai implementasi dari Program Otsus yang telah berjalan 7 tahun ini.

Kitorang masih tunggu realisasi kebijakan ini dan harus menjangkau seluruh lapisan putra dan putri Papua di mana pun berada. Anak-anak yang belum bersekolah harus Pemerintah dorong untuk memperoleh pendidikan.

JANGAN SAMPAI ADA LAGI PUNGUTAN-PUNGUTAN LIAR DI SEKOLAH !! BUKAN HANYA SPP YANG GRATIS TAPI BUKU-BUKU DAN SERAGAM SEKOLAH PUN HARUS GRATIS !!

PEMDA HARUS BANGUN KEMBALI SEKOLAH YANG RUSAK DAN AMBRUK. JANGAN SAMPAI ITU DIBEBANKAN LAGI PADA PARA SISWA. KESEJAHTERAAN GURU HARUS DITINGKATKAN.

KOMITMEN PEMDA HARUS TOTAL UNTUK MEMPERBAIKI PENDIDIKAN DI TANAH PAPUA. PEMDA JANGAN HANYA SEKEDAR LIPS SERVICE DAN MENCARI POPULARITAS DARI KEBIJAKAN MEMAJUKAN SDM DI TANAH PAPUA.

SEMUA YANG BAPAK-BAPAK LAKUKAN AKAN DIPERTANGGUNGJAWABKAN DI HADAPAN TUHAN.

Senin, 21 April 2008

PERILAKU GURU DI DAERAH PEDALAMAN

DISINYALIR BANYAK GURU PEDALAMAN TINGGALKAN TUGAS

Anggota Komisi E DPRP Manuel Wetapo, SE mensinyalir banyak guru yang bertugas di daerah pedalaman meninggalkan tugasnya. Buktinya saat mereka melakukan kunjungan lapangan di tiga kabupaten, masing-masing Kabupaten Jayawijaya, Yahukimo dan Tolikara, kondisi pelaksanaan pendidikan di sejumlah distrik di kabupaten tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Kata Manuel, di beberapa distrik yang dikunjungi antara lain di Distrik Asolokobal Kabupaten Jayawijaya dan Distrik Kurima Kabupaten Yahukimo, ada sejumlah sekolah yang gurunya sering tidak masuk atau mangkir dari tugasnya sehingga proses belajar mengajar di sekolah itu tidak berjalan.
Kami sangat menyayangkan hal ini karena begitu besar honor yang dibayarkan kepada guru tetapi tidak bisa melaksanakan kewajibannya dengan baik. Hal itu baru terjadi di Distrik Kurima dan Asolokobal, belum lagi di distrik yang letaknya di balik gunung atau yang sangat terpencil, kondisinya dikhawatirkan akan lebih parah lagi.

OPINI :

Sangat disayangkan, perilaku guru di beberapa daerah pedalaman yang mangkir dari tugas, yang menjadi kewajibannya. Nampaknya mentalitas guru di Papua saat ini sudah berubah. Telah terjadi degradasi nilai-nilai keteladanan, kriris moral, kurangnya tanggung jawab dan para guru lebih mengutamakan pemenuhan hak-haknya semata tanpa berusaha untuk menjalankan kewajibannya dengan baik.

Pada akhirnya, para siswa di daerah pedalaman yang menjadi korban dan mereka akan terus tertinggal dibandingkan dengan rekan-rekannya yang ada di daerah perkotaan. Hal tersebut adalah sumber permasalahan baru bagi masyarakat Papua di masa mendatang.

Para Pengawas Sekolah dan Dinas Pendidikan bertanggung jawab atas perilaku guru yagn mangkir dari tugasnya. Kondisi ini dapat terjadi karena kurangnya pengawasan serta tidak adanya sanksi yang tegas terhadap berbagai kesalahan yang dibuat oleh guru.
MANAJEMEN PENDIDIKAN DI PAPUA PERLU SEGERA DIPERBAIKI AGAR SISWA TIDAK LAGI MENJADI KORBAN DARI BURUKNYA SISTEM PENDIDIKAN DI PAPUA.